Makassar Terkini

Tempatta Saling Sipakatau dan Sipakalabbiri'

Nurhani Sirajuddin, SE

Nurhani Sirajuddin, SE,..BERPOLITIK UNTUK IBADAH & BERAMAL SOLEH

Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat Makassar
Nurhani Sirajuddin, SE, CALEG DPRD Provinsi Sul-Sel Daerah Pemilihan I Kota Makassar, dari Partai Bintang Reformasi (PBR). Berkeinginan membuat Dewan menjadi lembaga terhormat. "Saya tidak akan menjadikan lembaga DPRD sebagai tempat mata pencaharian. Atau tempat untuk menikmati fasilitas negara. Tapi menjadi anggota DPRD adalah PERJUANGAN & PENGABDIAN, berpolitik, ibadah dan beramal saleh. sesuai semangat perjuangan Partai Bintang Reformasi (PBR). Saya dipercaya oleh PBR menjadi CALEG dengan nomor urut 2 yang meliputi 14 kecamatan di kota Makassar, Tentu kepercayaan ini, merupakan amanah yang harus saya emban sebaik-baiknya. "Rakyatlah yang akan memilih apakah memang saya layak mengemban amanah sebagai wakil rakyat di DPRD atau tidak. Jika rakyat percaya, Saya akan menjadi pelayan bagi rakyat. Tugas utama saya adalah menjadi pelayan bagi masyarakat. Pelayan untuk menyerap aspirasi masyarakat "Saya mencalonkan diri sebagai CALEG DPRD Provinsi, karena ingin memperjuangkan aspirasi rakyat. saya ingin belajar menjadikan diri saya berarti bagi orang lain SAYA INGIN JADI PEJUANG BAGI RAKYAT MAKASSAR. (hp. 0811414301)

Berbagi Bersama

Berikan balasan

Komentar balasan di diskusi ini

Insya Allah, semoga semua bisa terwujud.

Berikan balasan

Saya mendukung niat Ibu, Perjuangkan nasib rakyat memang tidak semudah membalik tngan. Di dalamnya ada dinamika, ada suka dan duka. Jika bukan mental agaknya repot, karena jika cuma semangat akan membuat setiap pejuang bisa frustrasi. Salam kenal Bu, saya juga adalah Caleg (DPR RI dari PPRN nmr ururt 2, Dapil SulSel 1).

Berikan balasan

Sepengetahuan kami Ibu kalau tidak salah adalah pemimpin relawan D'Las, S31, & TIPS 16 lalu pada pemilihan Walikota Makassar 2009-2014..berarti Ibu adalah saudara kandung Bapak Ir. Ilham Arief Sirajuddin, MM, Walikota Makassar, kami baru mengetahui kalau ibu juga seorang caleg, Sepengetahuan kami Keluarga Besar Ibu itu type yang dapat dipercaya masyarakat,,seperti ayah ibu pada waktu menjadi bupati 2 periode di kabupaten gowa ditambah dengan saudara ibu yang memecahkan rekor OPPo..2 periode menjadi walikota makassar, itu menunjukkan karakter lingkungan, keluarga ibu kenyang dengan nuasa politik yang membutuhkan mental baja, kami yakin itu, maka dari itu kami dari RELAWAN 99 DENGAN INI MENYATAKAN DUKUNGAN KAMI TERHADAP IBU, SILAHKAN MAMPIR KE BLOG KAMI www.relawan99.blogspot.com insyaAllah kami akan mendukung sepenuhnya keluarga IAS, seluruh relawan kami yang telah tergabung akan mengarahkan dukungan kepada ibu...Salam Hormat kami....Relawan99

Berikan balasan

Saya dukung ki Ibu,,, Perempuan itu serba bisa...PEREMPUAN BISA URUS PEREMPUAN dan PEREMPUAN JUGA BISA MENGURUS LAKI-LAKI...dan tampa Perempuan tidak ada akan lahir seorang laki-laki...MAJU KI TERUS ..SEMOGA BERHASIL ...

Berikan balasan

kALAU ACO BISA BERBUAT UNTUK MASYARAKAT MAKASSAR MASA KITA ADIKNYA NGGA BANTUIN BERBUAT SESUATU UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MAKASSAR ?...SAYA YAKIN KITA PUN BISA BERBUAT UNTUK KEBAIKAN..INSYAALLAH...

Berikan balasan

hmmm amin

Berikan balasan

hmm amin semoga jadi anggota dewan jangan lupa sama warga yach...

Berikan balasan

saatnya wanita turut serta memikirkan kota, pantang mundur bu,,,HABIS GELAP TERBITLAH TERANG,,,Itu untuk pahlawan kita ...beliau adalah seorang wanita yang patut kita contoh,,,semoga ibu pun dapat berbuat seperti beliau..amin..

Berikan balasan

Hm...ampaonya donk..

Berikan balasan

Pejuang adalah yang Berjuang Terus!

KabarIndonesia - Pada konteks kekinian, bangsa memerlukan generasi yang melawan penjajahan laten; baik di aras sosial, politik, budaya, terutama ekonomi. Sebab, musuh utama yang mesti dilawan dan dihancurkan, setelah diraihnya kemerdekaan tahun 1945, adalah kemiskinan struktural yang bisa memengaruhi iklim sosial, ekonomi, politik, dan budaya bangsa Indonesia di tiap daerah. Setelah kita merdeka dari penjajahan Belanda, lantas siapa dan apa yang mesti kita usir dari bumi tercinta ini?

Adalah soal kemiskinan, pengangguran, perilaku politik amoral, konflik horizontal, trafficking, dan ketakmandirian ekonomi bangsalah, yang harus diusir para pejuang hari ini. Penjajahan yang mengerangkeng kebebasan bangsa, menuntut kehadiran pejuang dari pelbagai elemen bangsa yang tercerahkan. Dan, mereka memiliki kesadaran atas realitas, yang dihuni keberbagaian soal hidup, yang akan mengangkat harkat, martabat dan derajat bangsa ke arah kemandirian.

Dalam bahasa lain, bangsa sangat memerlukan kehadiran generasi yang sadar atas peran dan fungsi kemanusiaannya, agar rakyat bisa bernafas lega menghirup udara kesejahteraan yang didambakan.

Sebab, kesejahteraan adalah hak dan impian setiap warga masyarakat di daerah manapun. Maka, menggapai kesejahteraan merupakan jalan utama rehumanisasi bangsa yang telah diintimidasi dan dijajah kaum pribumi sendiri (baca: pejabat korup). Oleh karena itu, usaha membebaskan keterbudakan jiwa warga masyarakat adalah inti perjuangan dari pejuang hari ini, yang eksistensinya kian tergerus ke arah sikap hidup individualistik, nihil empatik, dan tidak berhasrat heroik-patriotik.

Kepahlawanan hari ini
Geliat kepahlawanan dalam bidang sosial kemasyarakatan di Indonesia dapat kita bagi jadi beberapa program kerja kemanusiaan, seperti perbaikan aspek sosial-ekonomi, kesehatan dan pendidikan rakyat. Untuk bidang perekonomian, misalnya, kita dapat menghidupkan kembali usaha kecil menengah dengan memberikan modal pinjaman yang tidak membebani agar pengusaha kecil dapat mulai menjalankan roda perusahaan sehingga bisa menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar.

Kemudian, di bidang kesehatan adalah mendirikan pusat pelayanan publik yang mudah diakses warga desa terisolir, misalnya, hingga langkah penanggulangan persebaran terganggunya kesehatan warga (flu burung, gizi buruk, demam berdarah, dsb) bisa berjalan sesuai harapan. Jangan terjadi seorang penduduk di salah satu desa harus berjalan ratusan kilo meter hanya untuk memeriksakan kesehatan disebabkan akses pelayanan publik seperti pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di daerahnya sangat langka.

Sementara itu, pada aspek pendidikan persoalan yang mendesak diperhatikan kini adalah merealisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen, memerhatikan kesejahteraan guru, memurahkan (atau menggratiskan) buku pelajaran, dan menciptakan kurikulum multikultural hingga ke depan arah hidup siswa-siswinya mewujud dalam sikap dan laku tolerantif, integratif dan konstruktif-transformatif. Itulah yang harus dilakukan oleh pahlawan hari ini, yang dijabarkan melalui proses memanusiawikan rakyat seperti di atas sebagai tugas paling mendasar kaum muda di bumi nusantara ini.


Berjuang Bersama

Apabila ada orang yang bisa menanggulangi soal-soal di atas, mereka layak dikategorikan sebagai pejuang sosial karena mampu membebaskan warga dari aneka kolonialisasi laten berupa kesenjangan sosial (seperti kemiskinan struktural) yang acapkali rawan mengundang terjadinya konflik. Jika ditilik secara seksama, kita sangat memerlukan kehadiran pejuang sosial yang mampu menghapus penjajahan dan perbudakan yang dilakukan bangsa sendiri dan oleh bangsa luar yang menghisap kekayaan di tiap daerah dengan mendirikan korporasi yang tidak adil pembagian.

Apalagi jika kondisi sosial perekonomian "amburadul", laku lampah elit birokrasi yang dijibuni motif kolusif-koruptif, dan permasalahan degradasi di ranah pendidikan, kesehatan dan ekonomi melingkari hidup warga. Boleh jadi, hadirnya pejuang yang berjuang terus mutlak kehadirannya. Jika melihat penduduknya yang berjumlah dua ratus juta jiwa lebih, tidak punya rasa malu saya kira kalau di bumi pertiwi ini tidak ada orang-orang yang peka terhadap kondisi bangsa. Sebab, kita tidak seperti homo homini lupus!

Di dalam novel bertajuk Aku Pangeran Dipanegara (1967), dijelaskan bagaimana Pangeran Dipanegara alias Antawirya atau Syech Ngabdulrahim, seorang anak bangsa yang berjiwa patriotis-religius melakukan sebuah perlawanan karena ia membenci segala bentuk penjajahan bangsa Belanda dan sekutunya. Beliau berusaha mempersatukan rakyat dalam sebuah kekuatan dahsyat untuk membuat jera kaum penjajah, agar mereka (penjajah) meninggalkan bumi pertiwi.

Oleh karena itu, terus memacu diri untuk mengeluarkan bangsa dari aneka penjajahan laten adalah keniscayaan. Perlawanan yang dilakukan juga mestinya menampakkan kearifan (hikmat) dan kebijaksanaan, sebagai pertanda bahwa kita bangsa yang beradab, yaitu dengan cara memenuhi kesejahteraan rakyat. Sebab, musuh bersama yang harus diusir dari Negara Indonesia saat ini adalah soal ketidaksejateraan, akibat minimnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Ketika seluruh rakyat bersatu padu, maka muncul kekuatan menentang penindasan dan penjajahan bangsa asing. Mereka bersatu dan bekerjasama melawan kesemena-menaan yang dilakukan penjajah sebagai modal kolektif yang berakar kuat dalam jiwa pejuang dulu. Mereka bertekad, kami harus merdeka dari segala bentuk penjajahan bangsa luar yang eksploitatif, manifulatif, dan destruktif.

Itulah seharusnya semangat yang terpateri dalam diri kaum muda, yang kini tengah sibuk bergelut dan bergulat di dunia politik praktis untuk melakukan perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. Wallahua'lam.

Berikan balasan

Selamat berjuang bu, semoga sukses dan mendapatkan ridho dari allah SWT, amin...maju ki saya tau anda mampu melakukan perubahan di DPRD sul-sel dengan karakter ibu yang keras pantang mundur sebelum berhasil.. salud untuk ibu,,,

Berikan balasan

mudah2an apa yang menjadi tekad ibu bisa tercapai,,,,Amin.. tapi menjadi seorang anggota legeslatif tidaklah mudah menanggung semua tanggungjawab untuk orang banyak.. mudah2an ibu (nurhani sirajuddin,SE) sudah siap lahir dan batin tuk maju menjadi wakil rakyat dan betul2 memegang penuh komitmen dan tekad yang diproklamirkan....selamat berjuang....maju terus makassar.

Berikan balasan

  • 1
  • 2

RSS

© 2009   Created by caesarleo on Ning.   Create Your Own Social Network

Lencana  |  Laporkan Masalah  |  Privasi  |  Terms of Service

Sign in to chat!